Aku Disini


Tak terasa sebentar lagi aku akan menjalani kehidupanku sendiri. Berjuang dengan usaha sendiri dan hidup atas hasil keringatku sendiri. Mereka bilang, sudah pantas bagiku untuk memilih seorang pendamping untuk menemani. Padahal trauma dikhianati masih membayangi.

Aku tak terlalu peduli dengan urusan hati. Sampai di hari ini.

Hari saat aku melihatnya. Seorang wanita yang membuat mataku tak berhenti memandangnya. Bertemu di tempat yang baik dan dikelilingi orang-orang yang baik.

Tidak kupungkiri, bahwa lelaki melihat seorang wanita pasti bermula dari fisik. Dan ia cantik. Luar biasa cantik bagiku. Kulit tangannya yang putih terang, wajahnya yang bersih dan cerah tanpa make up dan pilihan bajunya yang selalu tertutup rapat. Ia luar biasa cantik, terlebih saat tiba waktunya shalat, ia selalu kutemui berada di Mushala duluan, mengambil barisan makmum wanita terdepan. Ia luar biasa cantik.

Namanya Fera. Dan aku dengan bahagia mengenalkan namaku padanya walau tanpa jabat tangan dan obrolan ke depannya. Bagiku sekarang itu pun cukup. Aku senang bisa mengenalnya. Dan aku senang, dia bisa tahu bahwa aku ada.






Fatih & Fera dalam potongan puzzle ke-1

Tidak ada komentar:

Terima kasih sudah singgah. Tak perlu segan untuk menyanggah atau memberi tanggapan atas pikiran yang tercurah. Kalau ada yang ingin ditanyakan atau mengganggu pikiran bisa kirim DM ke @celoteholic ya!

Diberdayakan oleh Blogger.