Tentang Laskar Alif by @imadenz358


Entah sejak kapan tepatnya Laskar Alif itu di bentuk. Dindutzz, begitu sapaan akrabnya, bisa di bilang dialah dedengkot pendiri Laskar Alif itu. Dengan prinsip “Berbagi dan Bermain sambil Belajar” dia merangkul anak-anak di sekitaran kost-annya yang tadinya ga ada kerjaan lain selain bermain bola, main tanah, dan main kotor-kotoran lainnya untuk mengaji tiap sore. Kini mereka pun memiliki waktu rutin untuk belajar mengaji. Alhamdulillah, siapapun yang ingin bergabung di Laskar Alif itu FREE. 

Ah, aku selalu kagum dengan perempuan itu.  Sudah hampir 7 taun aku mengenalnya bahkan dan alhamdulillah Alloh menganugerahi sebuah kedekatan yang lebih dari sekedar biasa dan aku belajar banyak hal darinya.  “Na, seriusa  kamu ngajar anak-anak ngaji?” aku mau ikutan dong. | “iya teh, yuuk ikutan..” Dengan hati berbunga aku menyambut tawarannya itu. Sebenrnya menjadi seorang guru ngaji adalah mimpiku—cita-cita sejak aku mengenyam bangku TK. Ketika itu aku yang juga ikut kelas TK/TPA sangat senang mengaji. Pokoknya aku mau jadi guru ngaji, mau jadi bu Ustadzah. Titik. Setidaknya, detik itu juga, detik pertama aku membantu Dindutzz di Laskar Alif, cita-citaku menjadi nyata, hehehe. Entah kenapa, tapi bagiku ada kebahagiaan dan kepuasan tersendiri ketika kita mampu membagikan sekecil zarah kebaikan yang kita miliki. Menabung amal istilahnya.  Dan sungguh mengajar adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan. Its totally fun 

Dan Sore itu, setelah sekian lama aku jarang bertemu, bercengkrama hangat dengan Dindutzz, akhirnya aku memutuskan untuk sekedar singgah sejenak melepas penat. Bagaimana tidak, kosat-annya sudah seperti rumah keduaku di Palembang ini. Bahkan Ia memberikan kepercayaan penuh padaku untuk memegang kunci duplikatnya. Ternyata sore itu bertepatan dengan jadwalnya anak-anak mengaji. Aah aku yang sedang galau meracau ketika itu hanya ingin melihat-lihat perkembangan mereka mengaji tanpa turut ambil bagian. hanya memegang kamera HP dan tersenyum-senyum memandangi mereka. Walaupun nakal-nakal ah tapi namanya juga anak-anak, tetap saja lucu. ) Dan kini ada beberapa anak yang mungkin terasa asing bagiku. Laskar Alif bertambah anggota. :’)

see, how cute theye’re? 
sebelumnya mereka itu kucel and the kumel, tapi karena ada jadwal mengaji, jadi pada cakep-cakepan dulu hehehe.. xD
*yang baju kuning paling semangat itu namanya Aji, nakal banget hahaha.. dari pertama aku ketemu sampe sekarang masih saja iqra’1, mungkin ada kesulitan baginya untuk mengingat huruf.
*yang berbaju kuning kedua itu namanya Emil, ia murid baru, tapi sebelumnya aku pernah bertemu dengan dia, jadi ia tak termasuk asing bagiku. Lucu. Walaupun mereka itu nakalnya minta ampuuuuun, tapi tetep aja lucu hahaha xD
Paling lucu ketika Emil mengeja huruf “Kho” dia cukup kesulitan untuk bilang huruf tsb, bahkan “Ho” saja masih tidak bisa. Perlu kesabaran dan latihan yang keras. Fighting Na !! ^,^)/
yang ini juga murid baru (bagi saya :p) lupa namanya siapa, Kakaknya udah fasih sm iqra’, skarang Al-quran, dan dia cukup pintar membacanya. :’)
Ada satu anak baru yang menarik perhatian saya. Dia datang terlambat diantar Ibunya. Masih kecil, pipinya tembeb. Karena dia murid terakhir yang datang, dan Dindutzz masih sibuk mengajar murid lain yang sedang mengaji. Akhirnya saya yang tertarik ingin menjadi tutornya. Hehehe :p
“sini ngaji sama ayuk yaa?” dia pun mengangguk tanda setuju. ))
Dan Akupun takjub, anak ini begitu lancar ngajinya, dengan cepat sehalaman pun terabas terlewati. Akupun kemudian menawarkan “selembar lagi yah?” tapi dia menggeleng pertanda enggan. Terakhir dia sudah fasih membaca huruf “A” “Ba” “Ta” dan “Tsa” “Ja” “Ha” lalu saya menunjuk huruf berikutnya dan dia bisa membacanya dengan baik. “Ini huruf apa?” tanyaku. “Kho” bacanya. “Pinter! tuh kan pinter, ngaji lagi yah selembar lagi, biar cepet tamatnya?” akhirnya dia pun setuju. Sekali lagi, dia menerabas habis satu halaman dengan lancar. Penasaran, akupun menanyakan kembali huruf berikutnya, iapun menjawab “Da”. Subhanalloh, ini anak pinter dan lucu, pendiem pula. Ketika aku tanyakan, apa di sekolahnya ia suka mengaji juga? Dia menggeleng. Ah, anak kecil yang menarik perhatianku itu Karen namanya, masih bersekolah di TK. 
See! She’s so cute when she prays.. ^_^
Dan Aji menghilaaaaaaang… hahahaha… Anak cwoknya banyak yang nakal nih.. ^_^
Suatu saat, cita-cita TK saya pun akan terealisasi ketika saya menjadi seorang Ibu nanti.  Saya akan berusaha sebaik-baiknya mengajarkan anak-anak saya mengaji dengan baik. Semoga kelak anak-anak saya nantinya dan anak-anak Laskar Alif senantiasa menjadi anak yang sholeh dan sholehah yang berguna bagi Agamanya.. aamiin.
Siapapun, yuk mari kita membiasakan mengaji mulai dari sekarang. Minimal sehari se-ayat itu wajib :P Karena barang siapa yang membaca AL-qur’an, maka Al-qur’an akan menjadi syafaat untuk kita kelak di Akhirat, dan bahkan di dunia juga kok. hehe… Gak ada ruginya, malah banyak manfaatnya.. InsyaAlloh.
 Aamiin..

Tulisan diatas ini dibuat oleh sahabat saya tersayang, Ilma Muharani Nurrachim. Wanita hebat dan kuat yang pernah menguatkan saya saat saya terjatuh sangat :) Love her so much.

Tidak ada komentar:

Terima kasih sudah singgah. Tak perlu segan untuk menyanggah atau memberi tanggapan atas pikiran yang tercurah. Kalau ada yang ingin ditanyakan atau mengganggu pikiran bisa kirim DM ke @celoteholic ya!

Diberdayakan oleh Blogger.