Dialogku dengan Tuhan, Lewat Semesta Alam



Allah maha baik.
Maha pengampun: Al-Ghoffuur
Maha penerima taubat: At-Tawwab...

Selamat pagi...
Selamat pagi hari yang suci, yang (kuharap) takkan kulumuri engkau dengan dosa-dosa kembali...
Selamat pagi wahai matahari, yang sinarnya seolah menghangatkan hati. bahwa masih ada harapan untuk memperbaiki perjumpaan denganNya nanti.
Selamat pagi Tuhanku... Tuhan semesta alam. Pencipta seluruh kejadian. Yang Maha Memberi dan Mencabut Keberkahan dan Kenikmatan...
Selamat pagi wahai Rabbku... yang telah menghujamkan keimanan, sampai ke dalam relung kalbu ini...
Selamat pagi wahai jiwa nan suci, yang Allah berikan lagi kepadamu, kesempatan untuk hidup sekali lgi dalam naungan rahmatNya...
اَلْحَمْدُلِلّهِ رَبِّالْعَا لَمِيْنَ

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Sepertiga malam terakhir tadi, aku dihadapkan pada suatu  pengalaman paling mengerikan dan paling menyentuh titik nadir sebagai manusia...
Saat Allah menghentak. Membentak dengan keras. Seolah berteriak dan bertanya kepadaku, mengapa aku permainkan taubatku.
Allah bicara melalui kilat dan petirNya yang menyambar-nyambar. Dan nurani dengan cepat mengartikannya...
Allah dan semesta menegurku. Membawaku, menyeretku ke hadapanNya dengan keadaan yang paing hina, paling rendah, paling berdosa sebagai seorang hamba dan manusia....
Bahwa Allah marah padaku. Marah kepadaku yang tak mau mengerti bagaimana bersabarnya IA menunggu aku kembali padaNya.
Allah kesal kepadaku. Kesal karena aku berulang kali melakukan kesalahan dan dosa yang sama...

Tapi Allah tidak membenciku, kan?
Allah masih mau menerimaku, kan?
Allah masih mau menyayangi dan mengasihiku kan?


Allah, akankah Kau akan mendekat padaku lagi, jika aku datang kepadaMu?
Akankah Kau kabulkan doaku lagi jika aku meminta kepadaMu?
Akankah Kau tetap ada memelukku saat dunia meninggalkanku?

Allah, maafkan hamba yang lemah ini Rabb...

Allah...
Ampuni...
Allah... Kasihi kami...
Sesungguhnya kami lalai dalam tipu daya setan...
Allah... Jangan kau cabut nikmat itu dari kami.
Jangan kau biarkan kami dalam kesesatan yang nyata...

Aku sadar ya Rabb...
Betapa aku yg hina ini telah melalaikanMu...

Tidak ada komentar:

Terima kasih sudah singgah. Tak perlu segan untuk menyanggah atau memberi tanggapan atas pikiran yang tercurah. Kalau ada yang ingin ditanyakan atau mengganggu pikiran bisa kirim DM ke @celoteholic ya!

Diberdayakan oleh Blogger.