Aku ingin bercerita


Aku ingin bercerita.
Sore tadi, aku baru saja memposting sebuah foto di akun instagram-ku. Sebuah tempat tidur modern yang menarik perhatianku sejak melihatnya. Yang aku impikan ada di kamar tidur kita nantinya. Yang diatasnya, akan ada aku yang berbaring nyaman di lenganmu sebagai bantalnya. Yang dengannya, kita kan membicarakan banyak sekali pillow talk, malam demi malam, sebelum terlelap. Itu mimpiku. Mungkin sama dengan mimpimu. Dengan ending yang berbeda tapinya. Hehehehe.

Aku tau. Tanpa perlu diberitahu, kamu akan selalu cari tau tentang aku. Tentang hidupku, tentang kesukaanku, tentang hariku ataupun tentang hal-hal yang mampu membuatku tersenyum dan hal-hal yang bisa buatku menangis. Aku tau: kamu akan selalu tau dan ingat bahkan jauh lebih hebat dari ingatanku sendiri.
Dan kali ini, aku yakin. Seyakin aku saat men-tweet keinginan makan duren dan kamu datang dengan tiga buah duren kecil-kecil, 4 jam setelahnya. Seyakin saat aku mengupdate status BBM: "Jadi pengen makan Jetz rasa cappucino :G" saat jam kerja dan kamu menjemput malam hari dengan jaket gembung penuh Jetz di dalamnya. Rasa cappucino. :")

Aku gak pernah bisa stalking hidupmu layaknya kamu melakukannya terhadap hidupku. Karena tweetmu hitungan jemari sebulan sekali. Karena akun twittermu kamu buat untuk melihat apa yang sedang kukerjakan bila kita tidak bersama. Karena menemukan postinganmu di path adalah sama mustahilnya dengan salju yang turun di jazirah arab, hanya 100 tahun sekali, kecuali jika aku paksa. 

Kamu melakukan apapun yang membuatku senang.

Dan kembali ke postingan foto tadi… Kamu harus ingat hari ini. 17 Desember 2013. Saat doa-doa dari mulutku meng-angkasa, aku percaya, Tuhan dan semesta kan bekerja menurut cara-Nya. Ntahlah, tapi senyumku tak pernah pudar jika membayangkan 5 tahun dari sekarang, itu jadi kenyataan. Apa yang aku lihat dan posting di foto, mungkin 5 tahun dari sekarang atau bahkan kurang dari itu, akan kulihat di depan mata, di dalam kamar kita.

Aku percaya, semua postingan gambar di tumblr-ku, bacaan di blog ini, atau bahkan tweet-tweet akunku per hari, itu masuk di ingatanmu lebih dalam dari apa yang pernah ku-ingat.
Aku percaya. Percaya akan semua keajaiban yang kan kau wujudkan. 5 tahun dari sekarang. Atau bahkan kurang. Tempat tidur modern berbentuk bundar. Lantai tiga beratap kaca tebal. Sudut ruangan yang berisi rak-rak penuh buku dengan bantal besar di atas permadani yang nyaman. Dan sebuah dapur besar tempat kita meracik makanan, well, aku yang meracik dan kamu yang memakan, akan menjadi kenyataan yang bisa aku sentuh dan rasakan. Bukan hanya aku raba dengan jemari di atas layar. 

Aku percaya bahwa Tuhan telah menuliskannya dan kamu pasti akan mengusahakannya.

Karena kamu adalah salah satu alasan, mengapa aku masih percaya dengan keajaiban.
Karena kamu dan segala kebahagiaan yang pernah dan akan kamu buat adalah sebab utama mengapa hubungan ini aku pertahankan.

Dear kamu, Doa-ku, doa-mu, telah mengangkasa. Sekarang giliran kita berusaha. 
Keajaiban pasti akan selalu ada. Kamu dan aku, itu salah satunya.


Kamu yang diam-diam selalu membaca blogku tanpa pernah meninggalkan komentar, bacalah. Kali ini aku menulis tentang kamu.

Kamu adalah alasan yang masih kupertahankan untuk mengucap cinta dengan penuh penjiwaan.




Tidak ada komentar:

Terima kasih sudah singgah. Tak perlu segan untuk menyanggah atau memberi tanggapan atas pikiran yang tercurah. Kalau ada yang ingin ditanyakan atau mengganggu pikiran bisa kirim DM ke @celoteholic ya!

Diberdayakan oleh Blogger.