Kencan Yang Gagal

Kencan yang lagi-lagi gagal. Entah perlu berapa kali kuhelakan nafas yang panjang mencoba mengusir enggan. Menanti hujan mereda.
Tuhan Maha Humoris memang. Makin kuharap reda, justru atap semakin berisik diterpa butiran airnya.
Gagal lagi, hari ini.
Ntah sudah sejelek apa raut wajahku sekarang. Aku malas membayangkan.
Aku tak pernah merutuki hujan.
Setidaknya bukan pada saat aku sendirian dan bergelung nyaman dalam tumpukkan bantal dan coklat hangat yang menemani.
Tapi bolehkah aku membenci hujan kali ini? Hujan yang begitu derasnya melunturkan semua mantra keberuntungan yang kurapalkan sudah sedari siang tadi.
"Maaf ya, harus nunggu disini... Hujannya sebentar lagi berhenti kok.", Agro mencoba menghiburku.
Bahkan senyum termanisnya tak ku gubris. Ingin sekali aku marah-marah, marah kenapa ia tak bermobil sehingga kami tak perlu terjebak hujan begini?
Kenapa ia bekerja dengan jam kerja yang terbagi dan tak tentu, sampai rasanya sulit sekali bertemu?
Kenapa harus hujan di malam kami bertemu?
Kenaa kami terjebak di tempat ini?
Kenapa begini? Kenapa begitu?
Argh! Betapa mudah mood menghancurkan hubungan seseorang ya?
Aku mengatupkan rahang, jangan sampai mulut wanita yang terpasang di kepala ini membuat segalanya menjadi lebih buruk.
Tuhan. Jika memang ada hikmah di balik tetesan hujan yang kau turunkan, aku ingin, ingin sekali, ingin sekali kau beritahu, lewat apapun itu.


15 menit kemudian...

Scroll up, scroll up, scroll up...

What's in timeline?

Aku mencoba membunuh bosan dengan membuka twitter di smartphone.
@infoPLG: Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Sudirman krn lampu lalu lintas tidak berfungsi ditambah cuaca hujan.
...
Wajahku mengejang. Itu... itu jalan yang akan kami lalui.
Tuhan...


Tidak ada komentar:

Terima kasih sudah singgah. Tak perlu segan untuk menyanggah atau memberi tanggapan atas pikiran yang tercurah. Kalau ada yang ingin ditanyakan atau mengganggu pikiran bisa kirim DM ke @celoteholic ya!

Diberdayakan oleh Blogger.