Diam



Kenapa kita tak saling bicara, sayang?
Mencari cinta yang terdeteksi dalam keheningan sebuah pembicaraan?
Bukankah sudah sejak dulu aku nyatakan?
Dulu. Dulu sekali.
Hingga aku lupa, kapan terakhir kita tertawa renyah bersama.
Atau terpingkal-pingkal tak berirama.
Lalu mengapa kali ini kita terdiam, sayang?
Enggan bicara untuk memulai suatu percakapan.
Kucoba tuk temukan kenyamanan, tapi malah rasa panas yang kurasakan.
Ntah itu amarah. Atau cemburu buta.
Yang jelas aku tak suka.
Aku ingin kita bicara, sayang.
Walau itu hanya kalimat ringan guyonan khasmu.
Yang setelahnya kan kau sambung dengan untaian kata-kata bijaksana yg entah darimana datangnya.
Ntahlah. Tapi aku suka mendengarnya.
Aku ingin (mendengar) kamu bicara, sayang.
Tentang anganmu.
Tentang mimpimu.
Tentang khayalmu.
Dan tentang masa depanku di dalamnya.
Sudah lama aku jatuh cinta denganmu disana.


Tidak ada komentar:

Terima kasih sudah singgah. Tak perlu segan untuk menyanggah atau memberi tanggapan atas pikiran yang tercurah. Kalau ada yang ingin ditanyakan atau mengganggu pikiran bisa kirim DM ke @celoteholic ya!

Diberdayakan oleh Blogger.