BERASAN + 5 : PIKNIK!


Per Jumat minggu lalu, Si Mas sudah mengajukan cuti seminggu demi kelancaran batin dan raganya menuju Lampung, tanpa direpotkan oleh dering telpon dari tempatnya bekerja. Jadi seminggu ini ia benar-benar kosong jadwal, tanpa acara, terkecuali kuliah sorenya.

Maka, tersusunlah rencana untuk.....*drumroll*

 
PIKNIK!


Sudah lama sebenarnya, kami merencanakan piknik ini. Piknik di tengah hutan yang ada di jantung kota; PUNTI KAYU.

Untuk orang Palembang sendiri, Punti Kayu bukan tujuan utama saat mereka ingin berekreasi dengan keluarga. Terbukti dari pengakuan Dimas dan para Bear Family (Sigit, Safira, Dini), mereka ke hutan ini masih bisa dihitung dengan jari. Padahal, isinya indah loh.

Ga percaya? Boleh dilihat dari hasil foto-fotonya.

Hijau yang bisa menyegarkan mata dan paru-paru


Berasa lagi shooting film apa gituh :))

Kenapa kok kayanya sepi, ya?
Karena kita pikniknya di hari Kamis. Di tengah-tengah minggu yang padat, di antara banyak schedule yang teriak udah deket deadline, dan diantara kepenatan hidup yang kalo dipikirin sih.... Bikin pengen bunuh diri. :))



Hidup kamu bakal jadi lebih seru, kalau kamu punya teman, yang bukan cuma ngingetin kamu soal kebaikan, tapi juga bisa diajak senang-senang. Dan kami punya, Bear Family!! :))

Keluarga beruang yang kebentuk gak sengaja, saat Dini mulai mencari kakak-kakaknya yang hilang, jiahahahahaha, sering jalan bareng, dan ribet kalau harus japri satu-satu, maka sebagai banci messenger, saya buatlah sebuah grup dan tanpa ragu menamainya dengan 'BEAR FAMILY'.

Keluarga beruang yang asik diajak jalan-jalan dan senang-senang. Sebenernya yang paling cocok buat jadi beruang sih cuma kami berdua, beruang kutub (Dina) dan beruang coklat (Dimas), karena ukuran badan kami. Tapi ntah kenapa mereka juga cocok sih dikasih icon beruang. Mungkin karena mereka termasuk yang setia untuk tetap berada di dalam komunitasnya dan pemalu, tapi saling menjaga dan menghangatkan. Tsailah.


Cantik? Iya dong, dedek kami. :P
Jadi, kami culiklah Dini, diantara galauan asmara plus waktu-waktu baperannya yang membabi buta dan deadline skripsinya.


Info singkatnya:
Nama: Dini (Dedek)
Akun IG: @dininj
Status: Single, siap dilamar
Pekerjaan: S.T. soon to be
Keahlian: Menyayangi orang lain tanpa memperhatikan diri sendiri (*ahahahaha)
Terkenal di seantero FOSMA NASIONAL (Forum Silaturahmi Mahasiswa alumni ESQ Ways 165 se-Nasional)








Cantik? Susah loh, dapetin hatinya. Susah sayangnya!
Lalu, kami juga culik Teta (Safira), dari jadwal kerjanya di Kantor Pemkot, yang alhamdulillah, tidak melalaikannya dari amanah, karena memang sudah selesai semua tugasnya di hari itu.

Info singkatnya:
Nama: Safira (Teta)
Akun IG: @firafiraafira
Status: Single, siap menikah
Pekerjaan: Pegawai di kantor pemkot Palembang
Keahlian: Punya byakugan dimatanya dan telepati dari hati (*hahahaha, I mean it, seriously)
Lagi dalam proses pengerjaan tesisnya dengan disiplin ilmu ekonomi Islam di UIN Raden Fatah Palembang.


Kakak Sigit ini adalah wi-fi berjalan-nya Bear Family :))
Terakhir, kami jemput Sigit, yang biasa bawa kereta api, untuk bawa mobil kecil hari ini.

Info singkatnya:
Nama: Sigit (Igit-Igit)
Akun IG: @sigit.11h
Status: RAHASIA *ntahapa :))
Pekerjaan: Asisten Masinis PT.KAI
Keahlian: Melawak tak kenal tempat 

*Ssstt... Jangan bilang-bilang ya, sebenernya sih, kita jemput Sigit biar bisa pinjem tikar mamahnya. *langsung ditabrak kereta babaranjang* :))


Beberapa dokumentasi piknik yang mungkin bisa buat iri :))

Kakak, Teta, Dedek

 


Ini yang paling ujung namanya Kakak Roby. Sigit, Roby dan Dimas ini ketemu pertama kali di training Teens di tahun 2006.






Gak cuma ke Punti Kayu, setelah puas tertawa dan berkeliling mengambil gambar dari semua area yang 'instagramable', kami menuju ke Danau Jakabaring. Niat hati sih, ingin menggelar tikar dan piknik lagi disana, dengan pemandangan alam yang berbeda. Apa daya, air danau meluap sampai setinggi jalan setapaknya.

Foto keren ini diambil oleh Dina dan bikin iri yang ngambil.
Foto ini diambil oleh Dimas dan hasilnya ga sesuai dg ekspetasi Dina. Ish!

Bukannya berhenti dan balik arah, yang ada kami buka sepatu dan merendam kaki disana. Persis anak kecil yang terlalu senang bermain hujan, ini 5 anak manusia umur 20-an seperti baru pertama kalinya melihat jernihnya air di atas rerumputan yang biasa terpijak.
Menyenangkan.



Beberapa foto yang mengabadikan air meluap sebagai sesuatu yang menyenangkan hati, banyak sekali bahkan kalau kita bermimpi...sekarang ganti baju, agar menarik hati ayo kita mencari temaaan... *EH MAAP, gagal fokus :))


Bear Family main di danau Jakabaring
Ciwik-ciwik kesayangan


Mungkin memang benar. Beberapa orang yang pikirannya selalu negative thinking ke orang lain mungkin memang disebabkan karena ia kurang piknik. Tak bisa melihat keindahan dan manisnya hidup yang ia miliki sampai saat ini. Belum bisa melihat nikmat kesehatan dan waktu luang yang Tuhan anugrahkan hari ini, untuk bertaubat kembali, sebelum terbaring kaku, terkubur berkalang tanah dengan nama di atas pusara.

Alih-alih mensyukuri apa yang ada, pikirannya lebih senang memikirkan segala kemungkinan terburuk, daripada mempertahankan harapan dan memantaskan diri mencapai tujuan.

Hidup masih akan terus berlanjut, dengan atau tanpa kamu.
Jangan merasa dirimu lah yang paling banyak masalahnya, paling susah hidupnya, paling menderita batinnya, selama kamu belum pernah reinkarnasi sebanyak 'jumlah-manusia-yang-ada-di-bumi' kali.




Bersyukurlah karena masih bisa menikmati hidup dan menangis karena beban yang menghimpit. Toh akan tiba masanya, semua menjadi bermakna. Akan ada tangan-tangan yang terulur selagi kamu menengadah.

Tawa menjadi obat paling berguna untuk segala sakit yang kamu derita. Cobalah bercengkrama dan berinteraksi dengan sesama. Dengan hewan-hewan yang ada. Dengan pohon-pohon yang gemerisik tertiup angin. Dengan kecipak air yang menenangkan. Dengan tasbih dari seluruh elemen alam.



Kamu tau kamu tak sendirian. Kamu tau, kamu punya banyak teman. Kamu tau, semua orang siap memberi pertolongan.

Banyak yang bilang, yang namanya masalah jangan terlalu sering dipikirkan, tapi didzikirkan. Pelan-pelan, semua pasti akan terselesaikan.
Karena toh jarak masalah dan solusi hanya sebatas jarak antara kening dan tempat kita bersujud.
Karena toh waktu hidup di dunia ini hanya sesaat, sebatas jarak antara adzan dan iqamat. Yang keduanya akan dikumandangkan saat kita lahir dan saat kita pergi.

Mungkin orang lain menyebutnya piknik, tapi ini inti dari tadabbur alam kami hari ini.



Foto diambil oleh Dedek yang lagi gak boleh solat.

Rabbanaa maa kholaqta hadzaa baathilan subhaanaka faqinaa 'adzaabannaar
"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Ali Imran: 191)

5 komentar:

  1. Boleh bagi alamat sosmed facebook atau line yang pakai baju merah. Fira teta?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh. Kontak personal ke Dina ya. Terima kasih. :)

      Hapus
  2. Selalu bahagia kl liat post iniii

    BalasHapus

Terima kasih sudah singgah. Tak perlu segan untuk menyanggah atau memberi tanggapan atas pikiran yang tercurah. Kalau ada yang ingin ditanyakan atau mengganggu pikiran bisa kirim DM ke @celoteholic ya!

Diberdayakan oleh Blogger.