BERASAN + 3 : TEMAN BARU DI KOSAN


Ada banyak ceklist dan persiapan yang sudah kami corat-coret atau centang-stabilo-in. Sudah mulai terasa 'rempong'nya di awal. Walau ayah di rumah meminta kami untuk tenang saja dan berkata bahwa semua urusan pernikahan ini akan diurus orang tua dan kami hanya perlu menerima beresnya… isi kepala ini berkata, "Mana mungkin?"

Mana mungkin kami hanya bersantai dan tidak memusingkan ini itu sementara para orang tua yang kami sayangi repot kesana kemari. Hari ini juga akhirnya ketemu si Emas.

Harta pusaka ayah ibunya, si Emas, Mas Dimas Cunda Nugroho.

Dan kejutannya adalah…

Air Cooler hadiah dari Dimas


Dia datang membawa sesuatu yang pernah aku pinta dari dulu-dulu. Air cooler. Termasuk barang mewah untuk ukuran anak kosan yang berjuang mati-matian memenuhi kebutuhan dengan keringatnya sendiri.

Sudah 15 bulan lebih mungkin, terhitung dari 2014, aku meminta untuk punya air cooler, dari pada dia membelikan televisi layar datar di kamar. Pertimbangnya adalah karena aku sendiri tidak terlalu suka menonton acara TV Indonesia dan ini Palembang.

Kota dimana tidak ada pantai dan tidak ada gunung. Aliran udara mengalir begitu-begitu saja. Cukup dingin saat hujan turun. Tapi kembali gersang saat matahari memanggang. Terlebih tanggal 8-9 Maret 2016 kemarin. Saat seluruh kota dipenuhi turis mancanegara, menyaksikan gerhana matahari total di kota ini.



Palembang panas. Panas sekali bagi para anak perantauan yang di kanan kiri tanah kelahirannya terdapat gunung, pantai dan laut. Lebih menyiksa bagi mereka yang tidak punya air conditioner di rumahnya. Mau pasang AC di kosan, ini bangunan milik orang. Terlebih, biaya listrik prabayar perbulan pasti melonjak tak karuan.

Jadi, singkatnya, Dimas datang membawa benda itu. Mempersiapkannya sebagai kejutan. Aku sedang berada di kamar mandi saat ia membongkar-menyetting-mencobanya di kamar.

Terkejut? Sangat. Karena bukan soal mahal atau murahnya sebuah harga yang harus ia sisihkan dari tabungan dan penghasilan kerjanya saat kami sedang merencanakan sebuah pesta luar biasa berbulan-bulan berikutnya.

Tapi lebih karena satu kalimatnya yang membuat hangat di dada,

"Sekarang kamu bisa tidur siang gak kepanasan lagi. Barangnya dijaga ya… Aku mulai mau ngumpulin perabot rumah tangga buat isi rumah kita nanti."

See? Wanita mana yang nggak meleleh mendengar 'titipan pesan' seperti ini?

Semoga Allah melimpahkan rejeki dan berkahNya bagi kami.

Allaahumma rabbanaa anzil ‘alaynaa maa-idatan mina alssamaa-i takuunu lanaa ‘iidan li-awwalinaa waaakhirinaa waaayatan minka waurzuqnaa wa-anta khayru alrraaziqiina

“Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang orang yang bersama kami dan yang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan engkau, beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki yang paling utama.” (QS. Al-Maidah (5): 114)

Tidak ada komentar:

Terima kasih sudah singgah. Tak perlu segan untuk menyanggah atau memberi tanggapan atas pikiran yang tercurah. Kalau ada yang ingin ditanyakan atau mengganggu pikiran bisa kirim DM ke @celoteholic ya!

Diberdayakan oleh Blogger.