There's No Second Chance



Ada banyak hal yang diawali dengan kesalahan. 

Dan ada banyak orang, yang sering sekali salah memulai. Dan akan jauh lebih baik, jika sesuatu yg  diawali dengan kesalahan-kesalahan tersebut, diakhiri dengan kesadaran untuk memperbaiki dan mencoba menjadikannya lebih baik.
Jangan pernah takut untuk berubah pendapat/ arah tujuan kita, hanya karena kita merasa sudah sangat nyaman dengan masa lalu dan dengan apa yang kita jalani sebelumnya...
Karena perubahan yang paling baik adalah perubahan untuk sesuatu yg LEBIH BAIK dan saat ini juga.


Bicaralah dulu KEPADA DIRI SENDIRI sebelum kita bicara kepada orang lain... Apakah hal yg kita lakukan akan menyenangkan hatinya atau melukainya? Seperti apa yang dirasakan oleh hati kita...


Adalah sulit memang untuk mengakhiri sesuatu yang dimulai dengan sangat baik, dengan sangat yakin pada awalnya... 
Tapi, jika memang itu demi kebaikan yang lebih besar, dan untuk menghindari perselisihan-perselisihan kecil yang menghadirkan murka yang besar, mengapa tidak? Mengapa tidak kita korbankan rasa sakit itu untuk melindungi hati dari luka yang jauh lebih menyakitkan?

Kita berhak memilih. Kita punya pilihan. Dan kita dihadapkan pada resiko di balik setiap pilihan kita.
 
Do what's good for you, or you are not good for everyone...
Kita mempunyai pilihan untuk memutuskan sesuatu. Dengan logika kah? Atau dengan perasaan kah?
Jangan pernah tertipu...  
Tuhan menganugrahi kita akal fikiran untuk mengenalkan ‘logika’ pada ‘perasaan’. 
Tapi kadang, kita yang menjadikannya musibah, dan berbalik menyalahi Tuhan. 
Complaining and denying.
 
Gunakanlah logika untuk menuntun kita pada THE BEST FEELING...   
Perasaan terbaik yang dirasakan oleh hati kita tentang sesuatu yang kita bertanya padanya.  
Is it good, or bad?

Kita manusia yang diciptakan dengan perasaan, dengan nurani di hatinya, dengan akal di fikirnya...
Dan bicaralah pada hati itu. Resapi perasaan itu.
Karena pada akhirnya, hati yang akan menuntun dan menyampaikan kebaikan yang kita rasakan, kepada orang lain.  Pun hati orang lain yang akan merasakannya, bukan kita yang memaksakannya.
Pada dasarnya, nurani pun tidak akan pernah merasa nyaman pada segala sesuatu yang membawa kita kepada hal yang tidak baik...   
Nurani tidak bodoh. Dan nurani tidak kotor.


Tegaskan pada diri kita, bahwa ada sesuatu yang lain yang JAUH LEBIH BAIK YANG AKAN KITA TERIMA saat kita ikhlas melepaskan sesuatu yang buruk...
Tangan yang menggenggam tidak akan siap menerima sesuatu apapun yang lain...

Penyepelean terhadap diri dan jiwa kita akan membuat kepribadian dan jiwa kita lebih besar dari yang menyepelekan kita....
'Orang besar' tidak akan menganggap penyepelean itu sesuatu yang besar...
Ia akan menjadikannya sebuah kekuatan dibalik kesadaran bahwa memang tiada daya upaya selain berusaha dan terus berdoa. Mengenyampingkan cemoohan orang dan meninggikan kebahagiaan orang-orang tersayang di atas egonya.

Dan ketika cinta itu ada, tanpa pembalasan, bersyukurlah, karena kita telah dilukai dengan kejujuran daripada harus hidup bahagia terus menerus dengan janji-janji palsu dan kekosongan yang membungkus ketidaktulusan...
Percayalah, Tuhan akan meringankan jalan hidup orang-orang baik yang terus berusaha berbuat baik kepada sekitarnya. Kepada makhlukNya. Kepada bumiNya. Dan kepada semestaNya.

Ketegasan untuk pindah dari sesuatu keburukan akan menyegerakan sesuatu untuk hidup lebih baik. Kesegeraan kita meninggalkan yang buruk, akan menyegerakan kita untuk menjalani yang baik.
Mengeluh hanya menjadikan kita rendah dan membuat kita menjadi seseorang yang mencari kambing hitam dan pelampiasan atas kesalahan-kesalahan yang kita lakukan...

Jadi...BERHENTILAH UNTUK MERENDAHKAN DIRIMU SENDIRI, bangkitlah, dan buat perubahan berarti!  




Coz in life, you just only get ONE SHOOT for everytime.

Tidak ada komentar:

Terima kasih sudah singgah. Tak perlu segan untuk menyanggah atau memberi tanggapan atas pikiran yang tercurah. Kalau ada yang ingin ditanyakan atau mengganggu pikiran bisa kirim DM ke @celoteholic ya!

Diberdayakan oleh Blogger.