H-74! : "Lo udah cetak undangan?"


Selasa, 12 JULI 2016



Sudah hampir 1 minggu, dari Idul Fitri 1438 H yang jatuh di hari Rabu, minggu lalu. Beberapa tamu dan kerabat masih ada yang berdatangan ke rumah, terutama teman-teman Ibu dan Ayah. Ibu pun masih sibuk membagi-bagikan seragam ke semua teman yang banyak sekali itu jumlahnya. 


Pagi ini, ada WA masuk dari seorang sahabat, yang juga akan menjadi pengantin, kurang lebih 3 bulan dari pesta pernikahan saya, Anisa nama cantiknya, nama kesayangannya sih, Kabeh. :D


Jadi, dia nge-WA saya bertanya apakah saya sibuk dan ada pekerjaan hari ini. Kebetulan memang lagi gak ada jadwal sama ibu untuk keliling-liling dan menemaninya menceklis semua persiapan. Saya bilang nggak sibuk kok. Nyantai. 

Then she asked,
"Lo udah cetak undangan?"

Jreng jreng! Kerasa ditempeleng sih sayanya. Abis, dia yang mau nikah bulan Desember aja, udah mikirin undangan dari bulan Juli, sedangkan saya yang bakalan nikah kurang dari 80 hari lagi masih santai-santai cuma liat-liat desain tanpa ada inisiatif nyari percetakan. Iyes. Kabeh minta temenin ke tempat percetakan UNDANGAN.

Sebenernya sih, sampe sekarang saya belum mikirin undangan, karena waktu itu, si Ibu ada ngomong ke saya, bahwa temannya ada yang punya percetakan, saat saya menawarkan option, pesan online di percetakan Jogja, karena lebih murah (berdasarkan iklan-iklan di medsosnya). Tapi ibu minta contohnya dulu. Saya bilang…. ya gak bisa, Bu. Kan harus dicetak dulu. Akhirnya, ibu keukeh nyari yang di dalam kota, biar gak susah kontrol dan komplainnya.


Sempat nyari beberapa desain di IG. Ada yang saya taksir, kaya beberapa contohnya ini:


                 

               

                       

                     

                           

                               

                  


Disitu bisa diliat ya, beberapa contoh undangan dan nama-nama akun IG jasa percetakannya.




Jadi, saya langsung ngeiyain begitu Kabeh ngajakin kesana, ke tempat percetakan undangan pernikahan kakak sepupunya, 2 tahun lalu. 

Sampailah kami di JASTRA. 

Foto ini saya ambil dari google maps, dan itu foto tahun 2015.
Foto yang terbarunya, papan JASTRAnya sudah diganti baru.

Percetakan kecil yang omsetnya besar. Kenapa saya bilang kecil? Soalnya ini rumah yang dibuat pabrik dan outlet display.

Tapi begitu masuk, waaaah… ternyata banyak teman saya yang duluan nikah, buat undangannya disini juga. Keren!

Beberapa display yang sempet saya foto:









Dan disini bisa custom, buat desain sendiri atau minta buatin sama mbaknya yang punya, merangkap desainer.

Sayangnya, tadi saya dan Kabeh gak ketemu sama yang punya, karena masih dalam suasana mudik lebaran ya. Mbaknya sekeluarga masih ada di Bandung, pulang ke rumah orang tuanya disana. Saya cuma ketemu sama pegawainnya yang ramah. Dan dikasih no.hp si Mbaknya, Nunik Astriani kalau-kalau butuh cepat. Karena kepulangannya, masih 3-4 hari lagi…

Saya tanya-tanya apa bisa selesai 1000 undangan dalam sebulan? Dan pegawainnya bilang 2 minggu juga bisa kok mbak. Whoaaaa, saya takjub! Keren! 
Walau cuma bisa lihat-lihat, setidaknya saya udah ada gambaran soal percetakan dan undangan. Option untuk pesen online langsung luntur seketika deh begitu balik dari sini. Karena waktu pertama kali dateng dan liat, saya udah sreg. Berasa nyaman dan enak dateng kesini. Apalagi begitu ngobrol sama pegawainya. 

Takdir Allah emang keren ya? Si Kabeh yang mau nyari undangan, malah saya yang tertolong banget. Ah, Allah, semoga ini memang kemudahan yang Kau berikan.


Semoga pas ngajak ibu nanti, si ibu juga sreg dan bisa deal undangan disini. Semoga!
Soalnya…. tinggal 74 hari lagi! 


Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah yang merupakan seorang ulama era kontemporer yang ahli dalam sains fiqh mengungkapkan dalam Syarh Shahih Al Bukhari tentang takdir atau kebetulan ini. 
“Misalnya ada yang bertanya, “Wahai Syaikh, tadi engkau mengatakan ujian yang diajukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah secara kebetulan. Apakah pernyataan kebetulan itu dilihat dari kita –selaku manusia- ataukah dilihat dari perbuatan Allah?”
   
Jawabnya, “Tidak mungkin kita mengatakan bahwa perbuatan Allah itu kebetulan. Karena Allah Ta’ala telah mengetahui sesuatu sebelum terjadi. Akan tetapi jika dipandang dari sisi manusia, maka kebetulan itu mungkin. Penyebutan seperti itu seringkali kita temukan dalam sunnah dengan disebut ‘kebetulan ini dan itu’. Seperti itu tidaklah masalah.

Misalnya ada yang bertanya lagi, “Bolehkah engkau berkata ‘aku telah bertemu denganmu hari ini secara kebetulan’?

Jawabnya, “Seperti itu tidaklah masalah. Karena memang dilihat dari sisi kita sebagai manusia, pertemuan ketika itu memang kebetulan, tak direncanakan sebelumnya.” (Syarh Shahih Al Bukhari)



Yang lagi bingung milih desain undangan,


Dina.




Silahkan di klik link-nya




Tidak ada komentar:

Terima kasih sudah singgah. Tak perlu segan untuk menyanggah atau memberi tanggapan atas pikiran yang tercurah. Kalau ada yang ingin ditanyakan atau mengganggu pikiran bisa kirim DM ke @celoteholic ya!

Diberdayakan oleh Blogger.