Selamat ulang tahun, Teta.


31 Desember 2017

Selamat karena sudah melewati 1/4 abad waktu hidup di dunia dan masih Allah lindungi dengan cintaNya.

Sudah lama ya rasanya, kakak gak buat surat ke Teta. Sama lamanya dengan bicara panjang lebar, mendengarkan curhat atau curhat colongan ke Teta.

Kalau boleh jujur, pernah sekali waktu ada pikiran malu dan hina sekali. Merasa bersalah yang tak henti karena perkara 'lelaki yang salah di tempat dan waktu yang tepat', pun jika bukan ia yang Allah tetapkan, Allah tau yang terbaik, tapi jangan ditanya bagaimana rasanya hati kakak terusik.

Ah, sudah. Lupakan.

Teta sudah tumbuh begitu hebat setahun belakangan ini. Berusaha menyembuhkan diri sendiri tanpa perlu racikan pelukan dan curhat semalaman seperti ujian-ujian sebelumnya.
 

Sudah lebih kuat, karena pernah dikecewakan dengan hebat.
Sudah lebih ikhlas, karena terlampau sering menghadap Tuhan dengan memelas.
Sudah lebih tegar, untuk ukuran seorang wanita yang hatinya selembut agar-agar.

Sama sekali kakak gak pernah merasa sedih, saat perlahan, Teta mampu mengobati luka di hati dengan sendiri. Apalagi merasa tersingkir, merasa tak dibutuhkan lagi, saat Teta sudah mampu mengingati diri sendiri, pun orang lain. Malah rasanya bahagia, berharap, Teta sudah siap diuji dengan level yang lebih tinggi: mengobati hati pasangan sehidup semati.


Jangan ya...
Jangan risau dengan pertanyaan orang-orang tentang pencapain Teta dalam umur ini.
Jangan gundah dengan banyaknya 'hutang' yang belum selesai.
Terlebih resah, karena pencapaian orang lain terlihat mudah, sementara Teta masih berkutat di sekitar itulah. Jangan ya, itu jebakan setan.

Kalau ada yang membanding-bandingkan Teta dengan siapapun, ingatlah di dalam hati, ada kakak yang berumur 25 tahun pada masanya, dan jauh lebih buruk keadaannya dibanding Teta sekarang: belum lulus dokternya, belum bekerja, masih minta orang tua, dan belum juga menikah.

Karena orang lain tak pernah tau, perjuangan Teta sesulit apa, seberapa banyak harapan dan tuntutan dari orang-orang tersayang, apalagi tentang takdir Tuhan dan masa depan. Mereka terlalu sering bertanya, seenaknya berbicara dan kadang mengeluh atas apa yang terjadi pada kita, biarlah. Sebagian memang perhatian, tapi kebanyakan hanya menambah beban.


2018 akan jadi tahun yang penuh kesyukuran...

Rasanya, semua orang-orang di inner circle Teta akan sepakat, bahwa di tahun ini, ada banyak sekali hal yang patut disyukuri dan dirayakan.

Pun dengan hidup Teta, yang walau Teta merasa, stuck di situ-situ saja, ternyata kalau ditelisik lebih jauh (bahkan) dari blog kakak saja, Teta yang rapuh dan cengeng setiap mengingat masa lalu sudah hilang, berganti dengan Teta yang selalu bersemangat menyambut kejutan dari Tuhan, termasuk memelihara 'kupu-kupu' di dalam.

Nanti, setelah banyak sekali, banyak sekali yang sudah Teta lewati ini, percayalah, kehidupan yang menunggu untuk dijalani setelah melewati umur ini, akan selalu lebih mudah, bukan hanya soal menikah, tapi juga dalam urusan pekerjaan ataupun menjadi orang tua (dan mertua DILAN).

Teta yang paling tau bagaimana susahnya kakak merangkak meninggalkan rumah berserta fasilitasnya dan membangun keluarga disini, berusaha mandiri dengan ilmu yang seadanya, harta sekiranya, dan tetap terlihat bahagia dan hanya menunjukkan apa-apa yang seperlunya saja di media sosial.

Dan teta jadi satu-satunya orang pertama yang kakak hubungi
setelah mengadu pada ALLAH, jikalau (amit-amit) Allah menguji kakak dengan sesuatu. Bukan berharap kepada manusia, tapi seperti,  Allah yang mengirim Teta saat kakak sedang kalut-kalutnya. Terlalu bisa diandalkan hingga tak ragu rasanya menitipkan masa depan anak perempuan kakak (nantinya) dalam tangan mertua seperti Teta.

*kejauhan ya? Hahahaha, biar malaikat yang mengaamiinkan sampai kejadian*


Mungkin sekarang kakak belum bisa jadi-seseorang-seperti-Teta bagi Teta. Tapi percaya kan, doa kakak gak pernah putus buat Teta? Dan sampai waktunya nanti, sejauh apapun kita berjarak, insyaallah, kakak akan selalu ada buat Teta.


Maaf ya, Sayang...

Maaf, kalau apa yang kakak beri belum sepadan dengan apa yang sudah Teta lakukan selama ini.
Insyaallah, akan ada banyak pemberian lain, karena memberi teta hadiah, bukan hanya terpaut hari kelahiran saja. 





Ini yang kakak kasih adalah : The jar of happiness.
 
Setiap hari, teta tulis tanggal dan waktu di secarik kertas memo di dalamnya. Lalu mulai dengan poin-poin yang Teta syukuri semacam :
"Akhirnya sidang kompre"

"Alhamdulillah yudisium"
"Bisa pijitin Buya", sampai pada kebahagiaan semacam "Dilamar juga" dan "Jadi istri Mr.Right" yang insyaallah bisa terjadi di tahun ini. *aamiin*

Mungkin telat kakak kasihnya, karena Teta sibuk luar biasa, dan kakak lemah tak bertenaga mengurus DILAN yang sedang lucu-lucunya.
* Nanti, kita jadwalkan meet up yang lebih pantas untuk bisa difoto dan dipajang di IG/ blog kakak ya.*

Tapi rasa syukur dan bahagia dari sejak Teta berumur 25, masih terasa hangatnya di ingatan, kan? *kalo lupa, bisa dicek hpnya, hihihi*


Kita semua sepakat.
Lebih banyak menghitung syukur, akan lebih mendatangkan nikmat.
Dan semoga lipatan-lipatan kertas MEMO di dalam The Jar of Happiness tadi, saat teta buka di tanggal 31 Desember 2018 nanti, akan membuat Teta semakin yakin dan tetap percaya, bahwa Allah Maha Hebat, Cintanya terlalu kuat, maka apapun ketetapanNya, itu pasti yang terbaik untuk Teta.


Selamat menjalani hari yang penuh kesibukan, Teta, sibuk menulis daftar (ke)bahagia(an). Aamiin.




waktu ultah Dedek

waktu ultah kakak


Teta kapan?






Love, 

Kakak

No comments:

Terima kasih sudah singgah. Tak perlu segan untuk menyanggah atau memberi tanggapan atas pikiran yang tercurah. Kalau ada yang ingin ditanyakan atau mengganggu pikiran bisa kirim DM ke @celoteholic ya!

Powered by Blogger.