16.12.2017


Sabtu, 16 Desember 2017




Selamat ulang tahun, ksatria-ku. 

Oops, kayanya sih udah bukan ksatria lagi ya. Udah naik tahta menjadi raja sejak hadirnya pangeran kecil kita. 

Selamat ulang tahun, berondongnya aku SUAMI AKU.


  




4 tahun yang lalu, aku pernah membuat kamu menangis haru, karena untuk pertama kalinya ada seseorang yang membuat kamu merasa begitu berharga, kamu bilang. 

Semua masih terekam jelas di postingan ini 16.12.2013

Dan kamu tau? Aku baca postingan itu malah jadi nangis sendiri. 
Bahwa dari dulu, sampai detik ini, kamu tak pernah gagal untuk membuatku jatuh cinta. Tak pernah lelah untuk mengusahakan bahagia. Hingga apa yang hanya jadi doa, sekarang bisa aku nikmati sebagai pemandangan tiap membuka mata. Apa yang aku pikir hanya harapan, ternyata Allah kabulkan karena kamu sekuat tenaga berjuang memantaskan. 




Aku pernah mengikhlaskan kamu jauh sebelum kamu memperjuangkan aku sebagai masa depanmu. Karena aku tak mau jumawa memaksa Tuhan menjadikan kamu jodohku, jika bukan kita yang tertulis di lauhul mahfuz sebagai pasangan. 

Tapi toh, apa-apa yang diikhlaskan di awal selalu Tuhan berikan, dengan berbagai bonus kebahagiaan sebagai kompensasi dari kesabaran.

4 tahun terasa sangat singkat sekarang. Padahal, dulu, dalam proses untuk menghalalkannya, detik demi detiknya terasa begitu melelahkan, karena kita sama-sama berjuang. Memantaskan diri, memberanikan hati, dan menjernihkan nurani, agar niatan ibadah tak diselingi dengan nafsu dunia semata. 

Dan kini...
Apa yang hanya menjadi do'a agar kita berjodoh, sekarang sudah menjadi 3 nama yang berbaris rapih dalam kartu keluarga kita sendiri. Aku, kamu dan anak pertama kita. 

Apa yang aku syukuri sebagai keberadaanmu di sisi, sekarang menjadi tanggung jawab yang bernilai surga jika aku ikhlas menjalani, dengan status sebagai seorang istri. 

Apa yang menjadi candaan bahwa umur 21 adalah umur ideal bagi lelaki untuk menikah, dan aku tidak memaksa (hanya ngarep dengan kode-kode yang kelewat keras), sekarang 1/4 abad usiamu, kamu sudah bertanggung jawab terhadap anak dan istri, disaat teman-teman mainmu masih asik dengan karir dan hobi.




Do’aku tetap sama, Sayang.

Semoga panjang umur, Mas...
Semoga sehat terus, agar bisa temenin aku jalan-jalan, makan-makan, bayarin belanjaan 😁, dan liburan sama anak-anak kita nanti. 
Semoga kunjungan kita ke Rumah Sakit hanya untuk medical check-up dan menjenguk teman atau kerabat, tanpa harus merasakan rawat inap dan gawat darurat.

Semoga kamu banyak rejekinya, berlimpah berkahnya, dan diberi banyak karunia-Nya.
Biar bisa terus memenuhi kewajiban sebagai kepala rumah tangga. Biar bisa terus berbakti kepada orang tua dengan membahagiakan mereka. Biar bisa ngebiayain sekolah adik-adik sampai mereka sukses dan punya penghasilan sendiri. 





Karena kamu adalah suami dari seorang istri, ayah dari seorang anak, anak dari seorang ibu dan kakak dari banyak adik. Ada empat tanggung jawab yang harus tertunaikan dalam setiap rejeki yang kamu terima.

Maka berulang kali di dalam do’a, selalu aku meminta, agar Allah mudahkan, dan Allah lancarkan tiap usahamu mencari rizki yang halal. 

Jika dulu, aku tak yakin, Allah kan kabulkan do’a-do’aku itu, karena statusku yang masih haram untukmu, sekarang, aku berdoa sebagai seorang istri yang menjaga harga diri dan martabat keluarga, dan sebagai seorang ibu yang berusaha membahagiakan darah dagingnya, hingga para malaikat mengaamiinkan, dan Allah berkenan untuk kabulkan. 

Selamat ulang tahun, ayah dari anak-anakku. I love you.















With Love, 


YOUR QUEEN



Tidak ada komentar:

Terima kasih sudah singgah. Tak perlu segan untuk menyanggah atau memberi tanggapan atas pikiran yang tercurah. Kalau ada yang ingin ditanyakan atau mengganggu pikiran bisa kirim DM ke @celoteholic ya!

Diberdayakan oleh Blogger.