3 BULAN #SetelahSerumah




Karena cinta banyak bentuknya, maka tanpa bunga dan kata-kata mesra pun aku percaya.

Karena cuma kamu yang ngingetin aku untuk selalu minum air putih, masangin safety belt, nganterin aku kemana aja selagi kamu bisa, nyuciin piring dan baju kalo aku lagi males, dengerin semua marah-marahnya aku tanpa ngebales...

Dan tiap malam, walau aku selalu mengulang pertanyaan yang sama, kamu gak pernah bosan menjawabnya dengan pelukan.

Teringat pada sebait doa dan harap yang pernah kutujukan ke Tuhan, 2 tahun silam...

Jika aku menikah nanti, semoga Allah mengkaruniai pernikahan kami dengan cinta seperti cinta ibu kepada ayah. 

Ibu, adalah satu-satunya orang yang setiap akan mengakhiri pembicaraan, selalu berpesan, 
“Nak, jangan lupa doain ayahnya ya, setiap abis solat dan ngaji. Doain biar ayahnya sehat terus, panjang umur, banyak rejekinya…”
Karena mungkin ibu merasa, doa yang sama yang ia panjatkan setiap hari untuk sang suami belum cukup untuk menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat ayah.
Ibu mengajari kami mencintai dalam level tertinggi: berdo'a untuk kebahagiaan orang lain, bukan hanya untuk diri sendiri.
Semoga Allah selalu bimbing diri ini untuk bisa patuh dan ridho dengan segala tutur kata dan perilaku terjagamu dalam mengimamiku.
Aamiin.

Seorang istri,

Dina

5 komentar:

  1. Kadang dak perlu jawaban dari Dimas.. Cukup pelukan udah bikin tenang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya koh, apalagi kalo jawabannya adalah jawaban yang tidak diharapkan. haahahahaha

      Hapus
  2. Luar Biasa!
    Suka banget dibagian : 'Ibu mengajari kami mencintai dalam level tertinggi : berdo'a untuk kebahagian orang lain, bukan hanya untuk diri sendiri'

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaaaah :')
      thank you Galuuuh ♡

      Semoga Allah kabulkan juga doa2 yang terbait disana atas-atas tiap mulut yang mengaamiinkan :')

      Hapus
  3. Love this quote "Ibu mengajari kami mencintai dalam level tertinggi: berdo'a untuk kebahagiaan orang lain, bukan hanya untuk diri sendiri."

    BalasHapus

Terima kasih sudah singgah. Tak perlu segan untuk menyanggah atau memberi tanggapan atas pikiran yang tercurah. Kalau ada yang ingin ditanyakan atau mengganggu pikiran bisa kirim DM ke @celoteholic ya!

Diberdayakan oleh Blogger.