BERASAN + 41 : TEMU BESAN



Jum’at, 6 MEI 2016


Ayah dan Ibu di rumah kedatangan tamu saat masih berbenah rumah. Masih banyak tukang dan macam-macam bahan bangunan.



Pintu rumah belakang dipugar lagi
 


Tampak depan rumah depan

Persiapan untuk lebaran. Tepatnya untuk menyambut tamu pernikahan.

Kunjungan di rumah kali ini tergolong singkat, tanpa makan siang. Karena Ayah dan Ibu Dimas mau mengejar kepulangan setelah shalat Jumat. Adik Imut sakit. Sakit semenjak ditinggal ayah dan ibu pergi ke Lampung. Dan sampai hari ini pun belum turun sakitnya, susah makan, setiap makan muntah, dan selalu mengeluh pusing.

Intinya, di kunjungan kali ini, saat para calon mertua ini bertemu, adalah untuk memantapkan tanggal, dan uang ‘panai’. Sebenarnya itu istilah aja sih. Apapun itu namanya, uang tersebut diberikan pihak lelaki untuk membantu persiapan pernikahan di pihak perempuan.

Dari awal ngomongin nikah, Dimas selalu wanti-wanti, kalau ini semua murni uang tabungan hasil kerjanya dan usaha dia untuk modal nikah tanpa melibatkan dana orang tuanya sedikitpun. Saya pun paham. Inginnya hati pun, yang sederhana saja… Hanya kerabat terdekat saja… Pun undangan tak perlu yang mewah meriah.

Tapi toh kenyataannya, pesta pernikahan adalah pesta para orang tua.

Para orang tua yang merayakan ‘pindah tangan amanat’ dari orang tua ke menantu. Bahwa selesai sudah masa mereka untuk menghidupi dan membesarkan anak gadisnya untuk selanjutnya membina rumah tangganya sendiri.

Apalagi saya dan Dimas sama-sama anak pertama dari masing-masing keluarga. Tak mungkin pesta pertama tidak dibuat meriah.

Setidaknya, ini adalah hajatan pertama dan terakhirnya mereka untuk anak tersayangnya. Mau tak mau para calon pengantin yang buta apa-apa ini hanya bisa manggut dan turut.

Dengan uang panai sekian jumlahnya dan dibantu dari biaya ayah dan ibu masing-masing, akhirnya diputuskan bahwa ada 2 acara: akad nikah dan resepsi di Bandar Lampung (2 hari) dan Ngunduh Mantu (1 hari) di Palembang.


 


Semoga semuanya berjalan lancar. Aamiin
Rabbi hab lii hukman wa-alhiqnii bialshshaalihiina

(Ibrahim berdoa): “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku Hikmah (agar aku menjadi orang yang bijaksana) dan pertemukanlah aku dengan orang-orang yang shaleh” Q.S. Asy-Syu’araa (26) ayat 83

Tidak ada komentar:

Terima kasih sudah singgah. Tak perlu segan untuk menyanggah atau memberi tanggapan atas pikiran yang tercurah. Kalau ada yang ingin ditanyakan atau mengganggu pikiran bisa kirim DM ke @celoteholic ya!

Diberdayakan oleh Blogger.