#1Hari1Ayat Hari ke-3 (QS.Ar-Rum: 21)


Januari, 3, 2014




Tidakkah kau perhatikan perkara-perkara ini sebelum yakin atas ijab qabulnya ia dan ayahmu nanti?

Suamimu nanti, adalah orang pertama yang kan kau tanyai soal agama.
Apakah mencium tangannya setelah shalat membatalkan wudhu-mu atau tidak.
Apakah hukumnya jika kita mengganti zakat fitrah dengan nominal uang.
Apakah dhuafa dulu, sang fakir dulu atau yang miskin dulu yang kita utamakan dalam sedekah, karena mungkin saja semua anggota keluarga kita telah mampu nantinya.

Suamimu nanti, adalah orang yang walau tak mengerti apa perbedaan antara buah pala dan kenari, harus tetap bisa memberimu nutrisi saat kamu terbaring lemah tak berdaya karena imunitas merendah.
Yang walau tak mengerti bahwa kain sutra tak perlu disikat dan jangan pernah mencampur kain putih dan berwarna dalam satu rendaman, harus bisa menjadi satu-satunya orang yang menggantikan popok anak kalian nanti, jika kamu belum sanggup beraktivitas karena pendarahan hebat saat melahirkan.
Yang walau tak pernah tau, apa perbedaan antara warna magenta dan pink tua, harus bisa serasi memadankan dasi dan kemejanya sendiri saat kamu dirawat inap di bangsal ibu dan anak.

Suamimu nanti, adalah lelaki terhebat yang memilihmu sebagai pendamping hidupnya kelak.
Suamimu nanti, adalah lelaki termulia setelah nabi dan ayahmu, yang kau aamiini semua kata-katanya.
Suamimu nanti, adalah lelaki tersabar yang masih bisa menanggapi keluhmu, meredakan tangismu, membentuk senyummu dan merangkai tawamu saat ia sendiri butuh semua kekuatan itu.
Suamimu nanti, adalah lelaki terdidik yang mampu mengajarkanmu bagaimana bersikap dan menahan diri saat godaan dunia menghampiri.
Suamimu nanti, adalah lelaki ternaif di dunia, yang hanya dengan melihat senyummu dan memeluk anaknya, merasa telah menjadi lelaki perkasa dan paling beruntung sedunia.
Suamimu nanti, adalah lelaki satu-satunya yang percaya, bahwa wanita yang tidur di sampingnya saat ia membuka mata dan menutupnya kelak, adalah wanita tercantik dan perhiasan terindah, hingga bidadari pun iri kepadanya…



Berbahagialah teman, karena akan diikrakannya sehidup semati berada dalam bahagia di dalam lindunganNya oleh suamimu nanti.




Selamat atas pernikahannya, Mba Icha dan Abang Wahyu.
Semoga Sakinah Mawaddah Warahmah.

Tidak ada komentar:

Terima kasih sudah singgah. Tak perlu segan untuk menyanggah atau memberi tanggapan atas pikiran yang tercurah. Kalau ada yang ingin ditanyakan atau mengganggu pikiran bisa kirim DM ke @celoteholic ya!

Diberdayakan oleh Blogger.