AR-RAHMAN


Mungkin pada mulanya, aku kembali aktif di organisasi ini karena hanya ingin bersilaturahmi semenjak kegiatan sekolah dan kuliah membatasi waktuku untuk bergaul kesana kemari. Aku datang kembali dengan harapan ada yang bisa aku bantu disini, dan ternyata aku masih diterima dengan tangan terbuka, tak peduli berapa lama aku memvakumkan diri.

Tak terasa, setiap minggu, setiap waktu yang bisa aku luangkan, aku berkecimpung disitu. Berlatih public speaking, merencanakan kegiatan sosial, membantu jalannya acara organisasi. Senang rasanya, karena seperti mendapatkan teman baru dimana-mana. Terlebih jika ada Fera yang hadir disana.

Aku mendapatkan banyak teman, memiliki banyak saudara baru dan mengenal banyak orang, termasuk Kak Reza.

Seorang mahasiswa yang lebih dulu dan lebih banyak memiliki pengalaman berorganisasi. Darinya pun aku belajar banyak, termasuk ilmu-ilmu berbicara layak di khalayak ramai. Termasuk senior yang kuhormati di organisasi ini.

Hari itu adalah hari seperti biasanya, aku mampir ke base camp untuk berlatih public speaking dengan 2 orang teman yang lain.

Dan hari itu, juga ada Fera.

Entah bagaimana mulanya, sampai Kak Reza bisa membicarakan tentang topik wanita di hadapanku.

Bahwa ia bilang, "Cari istri itu, dilihat dari 4 aspek, Tih. Dari wajahnya, dari hartanya, dari keluarganya dan dari agamanya. Nah… Fatih lihat nggak, Fera itu?"

Dahiku mengkerut, dengan alis mengangkat keatas.

Kak Reza melanjutkan, "Wantia seperti Fera itu… udah paket lengkapnya. Dia cantik, dia juga dari keluarga yang bagus, hidup dengan lingkungan yang mencukupi kebutuhannya, dan dia paham soal agama… Kalo mau dapetin yang kaya Fera… harus bisa hafal minimal surat Ar-Rahman, Tih… kaya Kakak."

Lama aku terdiam…

Jadi yang bisa aku simpulkan adalah untuk mendapatkan wanita luar biasa seperti Fera, aku harus menghafal surat Ar-Rahman di luar kepala.

Juz Amma mungkin belum cukup.

Harus ada Ar-Rahman sebagai modalnya, dan sejak saat itu, ada tekat di dada ini untuk menghafal surat itu…

Satu hikmah mengenalmu kini merahmatiku.

Segala puji bagi Allah, Tuhan yang memiliki seluruh nikmat yang tak mampu aku dustakan.








Fatih & Fera dalam potongan puzzle ke-3

Tidak ada komentar:

Terima kasih sudah singgah. Tak perlu segan untuk menyanggah atau memberi tanggapan atas pikiran yang tercurah. Kalau ada yang ingin ditanyakan atau mengganggu pikiran bisa kirim DM ke @celoteholic ya!

Diberdayakan oleh Blogger.